Lantaran sejumlah guru melakukan aksi demonstrasi menuntut janji Dinas Pendidikan Kota Palopo, untuk segera mencairkan dana pendidikan gratis sekitar Rp6,2 M yang belum terealisasi tiga triwulan. Mengakibatkan proses belajar mengejar di sejumlah sekolah di Kota Palopo terhenti.
Seperti yang terlihat di sekolah dasar (SD) 82 Patiware, yang mana di sekolah tersebut tidak dapat melaksanakan proses belajar mengajar sehingga para murid terlantar. Hal tersebut membuat salah satu orang tua siswa, Addy (37) mengeluh dan mempertanyakan hal tersebut pada guru kelas tempat anaknya bersekolah.
"Kenapa anak-anak dibiarkan tidak belajar. Tidak adakah yang bisa wakili guru untuk demo,” kata Addy pada beberapa guru sekolah di SD 82 Patiware, Rabu (22/2/12).
Addy mengatakan, selaku orang tua siswa dirinya paham akan persoalan para guru yang saat ini harus turun jalan menuntut dana pendidikan gratis yang merupakan hak mereka. Namun menurutnya jangan hal tersebut sampai menelantarkan murid sekolah sampai tidak belajar.
"Kami orang tua sisiwa paham, namun kasian juga anak-anak kalau hanya pergi sekolah tapi tidak mendapat pengajaran. Mereka ini tidak tau apa apa, mereka tahunya datang ke sekolah untuk belajar. Jangan lagi di tambah dengan pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan demonstrasi,” ujarnya.
Pantauan luwuraya.com, beberapa guru di SD 82 Pattiware hanya terlihat mondar mandir dan tidak melaksanakan proses belajar mengajar dengan alasan bentuk solidaritas atas tidak cairnya dana pendidikan gratis yang sampai saat ini hanya baru terbayarkan dua triwulan.
Kepala sekolah sendiri tidak hadir di sekolah dengan alasan sakit. Bukan hanya SD 82 Pattiware yang tidak melakukan proses belajar mengajar, beberapa SD yang lain yang telah dikunjungi, terlihat tak satu pun siswanya yang mengikuti proses belajar mengajar.(ha/ayi)